wisata banyuwangi

Seharian Di Banyuwangi, Bisa Ke Mana Aja?

Halo agan sis, jika di thread sebelumnya Eldamy bahas perjalanan dari Bandung ke Banyuwangi, sekarang Eldamy akan tulis seputar liburan Eldamy selama di Banyuwangi. Jika agan sis ada rencana akan ke Banyuwangi, liburan Eldamy mungkin bisa jadi referensi buat agan sis.

Ketika memutuskan untuk berlibur ke Banyuwangi, agan sis bisa pilih destinasi yang beragam pastinya, mulai dari keliling kota, naik gunung, santai di pantai, jelajah hutan, main di perkebunan, lihat anak-anak hewan langka di penangkaran, sampai cari banteng di Savana bisa di Banyuwangi. Tinggal pilih sesuai selera agan sis. Eldamy sendiri hanya sempat mengunjungi beberapa destinasi saja di Banyuwangi. Dan hanya perlu waktu seharian saja.

Tiba di stasiun Karangasem pukul 20.34 agan sis bisa cari makan malam di warung-warung yang ada di dekat stasiun Karangasem sambil menunggu penjemputan dari agen travel yang agan sis pesan, agan sis bisa membeli nasi goreng mawut yang enak dan hangat di salah satu warung. Eldamy lebih memilih memesan jasa agen travel untuk keliling Banyuwangi, harganya tidak terlalu mahal, tapi kita bisa diantar ke destinasi manapun yang kita inginkan di sekitar Banyuwangi. Harga yang dibayar sudah termasuk sewa mobil MPV, sopir, BBM, makan 3 kali dan tiket wisata. Akan lebih murah jika agan sis berangkat dengan 4 sampai 6 orang, tapi Eldamy hanya bertiga saja, itupun masih terhitung hemat.

Taman Sritanjung

Tempat pertama yang Eldamy kunjungi di Banyuwangi adalah Taman Sritanjung, namanya sama seperti kereta yang Eldamy tumpangi dari Lempuyangan ke Karangasem. Seperti taman kota pada umumnya, Taman Sritanjung masih ramai pada malam hari. Karena jaraknya dekat dari masjid Baiturrahman, jadi agan sis bisa solat dulu sekaligus membersihkan badan yang belum mandi selama perjalanan kereta. Menurut Eldamy airnya lebih hangat bila dibandingkan air di Bandung, mungkin menurut agan sis juga sama. Setelah itu agan sis bisa ngopi atau menikmati suasana malam di kota sambil menunggu jadwal perjalanan menuju Ijen. Atau agan sis bisa tidur saja di mobil jika memang lelah setelah perjalanan jauh.

Ijen

Dari Taman Sritanjung agan sis akan ke Ijen, perjalanan ke kawah dimulai tengah malam, jadi dini hari agan sis bisa sampai kawah dan melihat blue fire Ijen yang terkenal. Jalurnya tidak terlalu sulit untuk pemula, tapi sudah pasti lelah, jadi agan sis tidak perlu terburu-buru, sesuaikan saja dengan kemampuan agan sis. Agan sis tidak sanggup naik sampai ke puncak tapi tetap ingin sampai di puncak? Tenang, agan sis bisa menggunakan jasa ojek. Ojek yang ini berbeda dengan ojek pada umumnya. Bentuknya seperti gerobak dan ditarik oleh bapak-bapak penduduk lokal. Siapkan saja beberapa ratus ribu rupiah untuk membayar jasa ojeknya. Jasa ojek untuk turun dari Ijen lebih murah daripada saat naik. Bayangkan saja, naik gunung membawa diri sendiri dan barang bawaan saja sudah lelah, bagai mana dengan bapak-bapak ojek Ijen yang harus menarik agan sis dengan gerobak?

Awalnya Eldamy kira udaranya akan dingin seperti umumnya naik gunung pada tengah malam, ternyata gerah. Akhirnya Eldamy lepas jaket saja. Beberapa pendaki sesekali berhenti untuk istirahat sejenak, termasuk Eldamy dan teman. Bagi agan sis yang butuh ngopi, di setengah perjalanan ada warung yang menjual makanan. Ada juga yang menjual belerang berukuran kecil yang dibentuk sedemikian rupa untuk dijadikan oleh-oleh.

Eldamy sampai puncak sebelum subuh, waktu itu blue firenya terlihat kecil, mungkin Eldamy melihat dari sisi yang salah. Tapi itu sudah cukup. Agan sis bisa solat subuh di puncak, cari saja permukaan yang lebih datar dan aman. Karena waktu itu cuacanya mendung, jadi Eldamy turun sekitar pukul 7, awalnya ingin lebih lama, tapi sayang cuaca kurang mendukung.

Setelah dari kawah Ijen, agan sis akan dibawa kembali ke kota. Agan sis bisa sarapan jika sampai di kota. Agan sis bisa makan rawon dengan kuah yang hangat dan lezat. Kemudian minum es teh satu gelas besar. Setelah perut terisi, tapi agan sis ingin mandi, agan sis bisa mandi di kamar mandi umum yang ada di SPBU. Kemudian perjalanan selanjutnya adalah ke Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran

Dalam perjalanan menuju Taman Nasional Baluran dari rumah makan rawon yang terkenal itu, agan sis akan disuguhi pemandangan laut. Kapal-kapal menyebrang dari pelabuhan Ketapang. Suasana yang belum pernah agan sis temui di Bandung.

Saat memasuki Taman Nasional Baluran, agan sis akan disambut oleh pohon-pohon sebelum akhirnya agan sis sampai di Savana alias Padang rumput. Kabarnya banyak rusa dan banteng hidup bebas di Savana Bekol, tapi mereka jauh di tengah Savana, alhasil Eldamy dan teman tidak bisa melihat mereka dengan jelas. Tapi agan sis juga akan disambut oleh kera-kera yang bergelantungan di pohon, sesekali akan turun jika melihat orang yang membawa makanan. Eldamy sendiri agak takut dengan kera, pasalnya pernah didatangi segerombolan kera yang marah saat mengunjungi Curug Cimahi, ulasan tentang pengalaman ke Curug Cimahi akan ditulis di post lain.

Kembali ke Taman Nasional Baluran, di sisi lain taman nasional ada pantai yang cukup terkenal yaitu pantai Bama. Agan sis bisa melanjutkan perjalanan ke pantai Bama jika memang agan sis butuh vitamin sea. Ada masjid kecil dekat pantai, agan sis bisa solat Dzuhur dan ashar di sana. Jika saat di Ijen langit mendung, ketika akan meninggalkan pantai Bama, hujan justru turun dengan deras. Alhasil jalan mobil pun tertutup banjir, tapi itu cukup menyenangkan, jadi seperti off-road melintasi sungai kecil.

Rumah Apung Bangsring

Tak jauh dari Taman Nasional Baluran, kita ke Rumah Apung Bangsring. Di sana adalah tempat penangkaran anak-anak hiu. Tapi sebelum ke Bangsring, kita makan siang dulu di salah satu rumah makan yang menjual ikan dan ayam bakar dengan sambal yang mantap. Dari dermaga kecil yang ada di pantai, kita dibawa menyebrang sedikit ke rumah apung menggunakan perahu. Sebenarnya pengunjung bisa berenang bersama anak-anak hiu dan memberi makan mereka di jam-jam tertentu. Tapi karena sudah sore dan hujan gerimis, Eldamy hanya bisa menyentuh anak-anak hiu yang berenang keliling keramba.

Pusat Oleh-oleh Osing Deles

Menjelang akhir perjalanan, setelah solat magrib di masjid Baiturrahman, agan sis bisa meminta pada sopir travel untuk diantar ke pusat oleh-oleh Banyuwangi yang terkenal, Osing Deles. Mulai dari makanan khas, gantungan kunci, hingga pakaian dijual di toko itu. Setelah belanja, agan sis bisa makan malam di rumah makan terdekat sebelum istirahat ke penginapan atau pulang. Karena Eldamy akan naik kereta Tawangalun yang berangkat subuh, maka Eldamy menginap di penginapan depan stasiun Karangasem agar tidak terlambambat.

Seperti itu perjalanan Eldamy selama seharian di Banyuwangi. Agan sis bisa memilih destinasi lain yang tak kalah serunya jika ke Banyuwangi. Atau mungkin agan sis bisa lebih lama di Banyuwangi.

sumber:www.kaskus.co.id/thread/5c6609b8a72768070041ce6c/seharian-di-banyuwangi-bisa-ke-mana-aja/?ref=channel9landing&med=hot_thread&style=card

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *